Lele merupakan salah satu ikan tawar yang paling diminati, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Selain perawatannya mudah dan ikan lele cepat besar , ikan lele juga enak rasanya mudah pula ditemukan dipasar maupun di pedagang sayur komplek heheee..
Bagi kalian yang ingin mencoba memulai bisnis budidaya atau ternak lele, ikutilah beberapa tips di bawah ini agar bisnis kalian berjalan dengan baik dan mudah berkembang.
Persiapkan Kolam Lele
Hal pertama sebelum memulai bisnis budidaya atau ternak lele adalah menyediakan kolam, bisa dalam bentuk tanah, terpal, maupun semen
Pilihlah Bibit Unggul
Kalian harus memilih bibit lele unggul yang lebih sulit terserang penyakit, sehat, dan lebih besar. Bibit ikan lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan, ukuran lele terlihat sama, warna sedikit lebih terang, dan sebagainya.
Pisahkan Lele Ukuran Besar & Kecil
Jadi untung menghindari risiko kematian pada lele, Anda dapat memisahkan lele yang berukuran besar dengan lele yang berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir, ikan lele memakan satu sama lain.
Sortir Ikan Lele
Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran menggunakan bak untuk memisahkan lele berukuran besar dan kecil.
Jika tidak dipisahkan, ikan lele ukuran kecil akan lambat dalam pertumbuhannya,serta dapat mengurangi risiko ikan lele besar memangsa ikan lele kecil.
Atur Kualitas Air Kolam
Warna air kolam yang baik bagi ikan lele adalah hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur, di mana warna hijau berarti banyak lumut di sekitar kolam.
Perhatikan Pakan Lele
Kkan lele harus diberikan makan tiga kali sehari yaitu pulul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam.
Proses Panen
Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah 3 bulan semenjak bibit lele disebar. Pemanenan lele dapat dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi atau telah memiliki ukuran 4-7 ekor per kg, atau sesuai dengan keinginan pembeli.
Yuk. Sumber:jurnal
No comments:
Post a Comment